Latest News

Showing posts with label ibu kota. Show all posts
Showing posts with label ibu kota. Show all posts

Monday, 6 June 2016

Basuki Dibenci Partai, Disayang Warga Jakarta


TOP news- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama terkenal dengan sosok pribadi yang sering kali berkata-kata kasar dan suka marah-marah. Karakternya ini membuat Basuki dibenci partai politik, tetapi ternyata tetap disayang oleh warga Jakarta.
Demikian hasil survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu. Survei dilakukan dengan metode wawancara dilakukan melalui telepon dari tanggal 26 Mei hingga 1 Juni 2015 di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Responden dipilih secara acak sistematis berdasarkan buku telepon residensial yang diterbitkan PT Telkom. Jumlah sampel sebanyak 422 orang mewakili masyarakat pengguna telepon di DKI Jakarta. Margin of error lebih kurang 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Senior PDB, Agus Herta mengatakan pemilih Basuki berdasarkan aviliasi partai politik, survei mencatat warga Jakarta yang berafiliasi ke PDI Perjuangan lebih banyak memilih Basuki, sebanyak 24,5 persen. Disusul oleh Partai Gerindra sebanyak 4 persen serta Partai Demokrat dan Nasional Demokrat (Nasdem) masing-masing 2,6 persen.
Kemudian yang menyatakan golput sebesar 9,9 persen. Sedangkan responden yang menyatakan rahasia sebanyak 8,6 persen dan tidak tahu sebanyak 41,1 persen.
�Selain swing voters, pemilih Basuki banyak yang beraviliasi ke PDI Perjuangan. Sedangkan pemilih dari partai lainnya relative sedikit termasuk dari Partai Gerindra, yang dulunya mengusung Basuki menjadi Wakil Gubernur DKI pasangan Jokowi,� kata Agus dalam jumpa pers di Park Royale, Jakarta, Jumat (26/6).
Pengamat Politik dari Universitas Nasional (Unas), Alfan Alfian mengatakan ada tiga alasan mengapa Basuki tetap dicintai oleh warga Jakarta, meski terkenal dengan sosok dengan emosi meledak-ledak diiringi kata-kata kasar.
Alasan pertama, pemilih rasional melihat Basuki adalah pemimpin unkonvensional yang masih nyata dalam kehidupan masyarakat.
Artinya, Basuki memiliki terobosan-terobosan baru dalam pembenahan birokrasi pemerintahan daerah. Tidak berdasarkan cara-cara lama atau konvensional.
Alasan kedua, pemberitaan media menempatkan Basuki sebagai tokoh protagonist. Artinya, apa pun konflik yang terjadi dalam jalannya roda pemerintahan daerah di Jakarta, Basuki tetap menjadi tokoh yang selalu dibela oleh media dan masyarakat.
�Alasan ketiga, adalah Basuki dinilai telah menjadi seorang pemimpin yang mampu memimpin. Inilah kelebihan-kelebihan Basuki yang membuat dia masih dicintai, meski dibenci partai politik,� ujarnya.
Tetapi ada juga kekurangan-kekurangan Basuki yang harus mendapatkan perhatian, yaitu kesantunan dalam bertutur kata dan sopan santun dalam bertindak.
�Untuk melawan Basuki, dibutuhkan tokoh yang juga unkonvensional tetap harus dapat menutupi kelemahannya ini. Maka lawan itu bisa menang. Ridwan Kamil dan Risma itu tokoh yang masuk akal. Kalau Foke kurang bisa, karena masih termasuk konvensional leader,� jelasnya.

Lenny Tristia Tambun

Saturday, 4 June 2016

Yang Nonton Ahok di Mata Najwa On Stage Lebih Ribuan Daripada Yang Demo Tangkap Ahok kemarin


TOP news - Masuknya Ahok ke atas panggung Mata Najwa On Stage disambut dengan meriah. Ahok masuk dengan membawa iring-iringan sejumlah laki-laki yang menggunakan pakaian adat Betawi.

Mata Najwa On Stage kali ini diadakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Penonton juga menyambut meriah acara Mata Najwa on Stage kali ini yang bertemakan 'Semua Tentang  Ahok'. Ribuan penonton yang hadir bertepuk tangan dengan antusias saat Najwa Sihab dan Ahok menaiki panggung.

Ribuan penonton bahkan rela mengantri sejak siang hari padahal acaranya baru akan mulai pukul 18.00 WIB. Keadaan ini sungguh berbalik 180 derajat dibandingkan aksi demo gulingkan Ahok tanggal 1 dan 2 Juni yang gembar - gembornya di sosial media bakal besar - besaran. Padahal aksi demo tersebut, terlaksana juga berkat 'minta - minta uang' di sosial media. Sayang sekali aksi demo yang didanai itu justru sepi peminat dan 'gak asik'. Bagaimana mungkin cuma segelintir orang bisa menyuarakan demo gulingkan dan tangkap Ahok? 


Situasi yang sangat memalukan bila dibandingkan dengan ribuan warga yang menghadiri Mata Najwa On Stage. Najwa Shihab bukan artis. Ahok, apalagi. Ahok Orang yang galak, tidak santun, tukang menzolimi rakyat, dan koruptor pula. Boleh dibilang sama Ahmad Dhani kalah jauhlah dari  si Ahok.  Ahmad Dhani musisi paling terkenal. Tambah lagi dengan rekan 'duetnya' Ratna Sarumpaet. Seharusnya aksi demo Ahmad Dhani dihadiri puluhan juta fans nya + "rakyat" yang selama ini mereka dengung - dengungkan.

Tapi kenyataan tak seindah harapan, impian, dan cita - cita hater Ahok. Hari ini terbukti kan? Demo gulingkan Ahok tanggal 1 dan 2 Juni masih kalah jauh hebatnya dengan antusias 11.500 warga menghadiri Mata Najwa On Stage, Semua Karena Ahok, dengan kocek mereka sendiri.

Ini dia foto - foto demo TANGKAP DAN GULINGKAN AHOK 1 dan 2 Juni:
Sumber foto twitter, bukan foto rekayasa dan bukan foto abal - abal, cek fotonya di hesteg #RakyatJakartaMelawan











Dan ini dia foto - foto Mata Najwa on the stage Jakarta SEMUA KARENA AHOK Sabtu, 4/6









Sebelumnya juga acara Mata Najwa on Stage ini dibuka dengan penampilan band  Navicula dengan membawakan lagu Metropolitan.

Pada sore hari juga sudah ada beberapa bintang tamu meramaikan bazar yang diadakan di lokasi yang sama, seperti White Shoes and The Couples Company, Endah n Rhesa, juga Navicula.

Bagi anda yang tidak sempat hadir, tenang saja. Metro TV akan memutarkannya kembali untuk pemirsa. (Metrotvnews.com/Beritateratas.com)

Monday, 30 May 2016

Badan Dunia Akui Prestasi Ahok dan Berikan Hadiah Ini Untuk DKI Jakarta


TOP news - Pada saat ini, 50 persen dari populasi manusia didunia tinggal didaerah perkotaan dan diperkirakan pada tahun 2050 angka ini akan meningkat hingga 70 persen, dimana pada saat itu terjadi seluruh kota didunia akan menghadapi kesulitan mempersiapkan diri dalam menghadapi pertumbuhan populasi yang pesat, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia itu sendiri.

Untuk mengantisipasi masalah perkotaan tersebut, The Rokefeller Foundation mempelopori dengan membuat sebuah program yang disebut 100 Resilient Cities (100 RC), yang ber-cita2 membantu kota diseluruh dunia dalam meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan social, ekonomi dan fisik. Sebagai bagian dari program 100 RC, Jakarta berhak mendapatkan akses keberbagai perangkat, pendanaan, sumbangan keakhlian teknis dan berbagai sumber daya lainnya guna membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan era abad ke-21.

Tanggal 25 Mei 2016, dipeluncuran bersama di ibukota Kenya dan Washington DC, The Rockefller Foundation mengumumkan kota2 yang terpilih menjadi bagian dari 100 RC. Termasuk diantaranya kota2 besar dengan pertumbuhan cepat seperti Lagos, Jakarta, Seoul dan Nairobi.

Terkait dengan itu Jakarta telah terpilih sebagai kota yang bergabung dalam jaringan 100 RC sebagai salah satu finalis dari kota di dunia yang diajak bergabung dalam program 100 RC, karena Jakarta dibawah kendali Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mempunyai komitmen yang sangat kuat dalam membangun ketahanan kota serta diikuti oleh pendekatan yang proaktif danb inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kota2 yang baru saja terpilih ini akan bergabung dengan komunitas global, dimana seleruh anggotanya akan berkolaborasi guna mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang.

Kota yang bergabung dalam jaringan 100RC dipilih berdasarkan rekomendasi dari dewan juri yang mewakili berbagai negara di dunia, antara lain A. Eugene Kohn, Chairman dari Kohn Pedersen Fox Associates, Acha Leke, Direktur di McKinsey & Co Africa, Co-Founder dari African Leadership Network, dan Ann Fudge, Vice-Chair and Senior Independent Director dari Unilever.

Michael Berkowitz, President 100 RC, menjelaskan bahwa kota dengan ketahanan yang tangguh adalah kota yang memiliki kemampuan dalam menanggapi keadaan darurat dengan baik serta memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya.

Jakarta terpilih dalam persaingan yang sangat kompetitif dari 325 kota yang terdaftar dengan penilaian berdasarkan pada keinginan, kemampuan dan kebutuhan untuk menjadikan kotanya memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.

Dalam beberapa bulan kedepan, sebagai bagian dari jaringan program 100 RC ini, Jakarta akan resmi menerima dana hibah yang dapat digunkan untuk menunjuk dan melantik Chief Resilience Officer. Selain itu Jakarta akan memperoleh akses ke 100 RC Platform Partners (yang menyediakan perangkat dan layanan yang bernilai US$ 180 milyar), yang ada di sektor swasta, public, akademik, pemerintahan dan organisasi nirlaba.

Kita layak mengacungkan dua jempol buat Ahok yang kinerja nyatanya yang visioner mendapatkan apresiasi kelas dunia dari salah satu Badan Dunia terpercaya sekelas Rokcefeller Foundation. Bravo Ahok! Lanjutkan.

Kompasiana

Ahok: Jika Anda Enggak Suka, Berhenti Saja Jadi Ketua RT, Pusing Amat!


JAKARTA, KOMPAS.com � Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi insentif Rp 10.000 tiap aduan Qlue yang disampaikan sebagai pengganti pulsa para ketua RT/RW. Selain insentif tersebut, para ketua RT/RW juga masih mendapat uang pulsa Rp 75.000 per bulan.
Namun, ketua RT/RW wajib melaporkan aduan tentang lingkungan setempat melalui aplikasi Qlue.
"Kalau Anda enggak suka, ya berhenti saja jadi ketua RT/RW. Pusing amat!" kata Basuki atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Ahok mengatakan, peran RT/RW sangat penting untuk membantu kinerja lurah. Lurah dan camat tidak bisa bekerja optimal jika tidak didukung oleh pengurus RT/RW. Maka dari itu, pengurus RT/RW harus memiliki empati kepada warga setempat.
"Makanya, saya sudah keluarkan pergub. Ketua RT dan RW yang enggak mau urusi warganya kalau cuma malakin doang atau mau jual lapak doang, berhentiin saja. Sederhana toh," kata Ahok.
Adapun aturan yang mengatur pemberhentian ketua RT/RW adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 168 Tahun 2014 tentang Pedoman RT/RW. Dalam peraturan itu disebutkan, ketua RT atau RW bisa diberhentikan sesuai dengan keputusan lurah di wilayahnya.
Sementara itu, instruksi aduan Qlue oleh ketua RT/RW diatur dalam SK Gubernur Nomor 903 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan tugas dan fungsi RT dan RW di DKI.
Tiap bulan, ketua RT mendapat insentif sebesar Rp 975.000, sedangkan ketua RW mendapat insentif sebesar Rp 1.200.000.
Kamis pagi, puluhan pengurus RT dan RW mengancam akan mundur dan akan memboikot Pilkada DKI 2017 jika tetap dipaksa untuk membuat laporan via Qlue setiap hari. Mereka mengadu kepada Komisi A DPRD DKI Jakarta.

SUMBER : megapolitan.kompas.com
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Egidius Patnistik

Sunday, 15 May 2016

Inilah Salah Satu Penyebab Haji Lulung cs Ingin Singkirkan Ahok dari Kursi DKI 1



TOP news - Kontrak pengelolaan perparkiraan antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Putraja Perkasa di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, berakhir pada 31 Maret 2016. Itulah kesempatan bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menghentikan kerjasama antara Pemprov DKI dengan perusahaan swasta milik Haji Lulung tersebut. Meskipun sudah mengetahui adanya ketidakberesan dalam pengelolaan perpakiran di TIM itu Ahok tidak bisa berbuat banyak karena kontrak masih berjalan, tetapi begitu kontrak tersebut berakhir, Ahok pun memutuskan kontrak yang sudah berlangsung sejak 2005 itu tidak diperpanjang lagi. Ketidakberesan yang dimaksud adalah terlalu kecilnya setoran pendapatan parkir yang disetor Putraja ke Kas Pemprov DKI Jakarta, padahal jumlah kendaraan bermotor yang parkir di sana setiap hari tergolong sangat banyak. Lebih-lebih lagi menurut hasil investigasi Dinas Perhubungan DKI dan dari laporan masyarakat, diketahui di sana sudah sejak lama dipraktekkan pungutan parkir berganda yang dilakukan pihak Putraja. Ketika kendaaran bermotor masuk, uang parkir sudah dipungut, saat hendak keluar, uang parkir diminta lagi. Menurut Staf Humas UPT Perparkiran Dishubtrans DKI, Ivan Valentino, besaran pungutan liar itu berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per kendaraan. Sejak 1 Mei 2016 dan seterusnya, pengelolaan parkir di TIM sudah dikelola oleh Pemprov DKI sendiri, persisnya oleh Unit Pelaksana Teknis Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Pemprov DKI Jakarta. Setelah diambil alih, proses parkir di TIM jauh jadi lebih tersistem. Di pintu masuk, fungsi petugas tiket digantikan mesin. Sementara itu, di pintu keluar, ada penjagaan oleh pegawai Dishub DKI Jakarta, baik di loket motor maupun mobil. Dishubtrans menerapkan tarif parkir sesuai dengan Pergub 179 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Parkir. Untuk mobil, satu jam pertama adalah Rp 4.000. Setiap jam berikutnya Rp 2.000. Tarif untuk sepeda motor adalah Rp 2.000 untuk satu jam pertama dan Rp 1.000 untuk setiap jam selanjutnya. Tarif parkir bus atau truk Rp 6.000 untuk jam pertama dan Rp 3.000 untuk setiap jam selanjutnya. Dalam tempo empat hari saja setelah diambil alih Dishubtrans DKI, langsung terlihat perbedaan yang luar biasa jumlah pendapatan parkir di sana; antara saat masih dikelola oleh Putraja dengan dikelola oleh Dishubtrans DKI. "Dulu waktu dikelola swasta sebulannya Rp 47 juta, tetapi saat kita ambil alih, baru empat hari saja sudah lebih dari segitu," kata Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Kamis (12/5/2016). Menurut Andri, pihaknya akan terus menjajaki lokasi lain yang parkirnya dikelola swasta untuk diambil alih pengelolaannya. Dengan demikian, retribusi dari tempat parkir tersebut bisa menambah ?pendapatan daerah. "Kita kan juga diminta kelola parkiran RSUD, pasar, dan kantor wali kota. Semuanya akan dikelola secara bertahap," ujarnya (sumber). Dari kenyataan ini kita bisa memperkirakan berapa besar jumlah uang parkir yang bocor selama dikelola oleh Putraja tersebut, sedangkan perusahaan tersebut sudah mulai mengelola perparkiran di sana sejak 2005. Bocor bagi Pemprov DKI Jakarta, tetapi tentu rezeki bagi pihak Putraja. Sejak 2005 hingga diakhirinya kontrak pengelolaan parkir pada 31 Maret 2016 itu, entah berapa besar keuntungan yang telah diperoleh oleh perusahaan milik Haji Lulung itu. Itu baru di satu lokasi saja, dan itu baru pada satu jenis usaha saja. Masih banyak lokasi, dan masih banyak jenis usaha swasta yang dalam kontrak kerjasama dengan pemprov DKI Jakarta, sebelumnya era gubernur Jokowi/Ahok, terjadi bocoran seperti ini. Bocor bagi Pemprov DKI, rezeki besar bagi rekanan Pemprov DKI, dan oknum-oknum yang ada di eksekutif, maupun legislatif. Sebelumnya, dari pemberitaan media pada Agustus 2015, diketahui pula betapa besarnya perbedaan jumlah pendapatan parkir pinggir jalan (on street) antara saat belum diambil-alih sepenuh oleh Pemprov DKI Jakarta dengan setelahnya.  Sejak Ahok memutuskan menggantikan sistem parkir pinggir jalan dengan sitem meteran, pendapatan parkir di lokasi-lokasi  itu melonjak sangat tinggi, sedangkan bocorannya menurun drastis.  Dari data ketika itu saja, sebagai contoh, di Jalan H Agus Salim diperoleh pendapatan parkir Rp. 13 juta per hari, sebelumnya hanya Rp. 500.000 per hari. Di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rp. 12 juta per hari, sebelumnya hanya Rp. 500.000 per hari. Di Jalan Falatehan, Jakarta Selatan, Rp 7 juta per hari, dari sebelumnya Rp 280.000. Yang paling mencenggangkan, di Jalan Boelevard Kelapa Gading, Rp 40 juta per hari, sebelumnya cuma Rp. 470.000 per hari.  Padahal, saat itu, meteran parkir di sana belum terpasang seluruhnya. PT Putraja Perkasa sudah lama dikenal sebagai perusahaan milik Haji Lulung, yang diantaranya menguasai beberapa lahan parkir di DKI Jakarta, seperti di Tanah Abang, dengan cara dan sistem yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel, sehingga sangat merugikan pemprov DKI, sebaliknya rezeki bagi Putraja, tetapi selama itu pula dibiarkan terus terjadi oleh gubernur-gubernur sebelumnya, karena berlakunya sistem �TST� alias �Tahu Sama Tahu�, atau �tidak saling mengganggu�. Bocoran di sektor perparkiran hanya salah satu contoh dari sekian banyak bocoran proyek yang biasa dinikmati oleh rekanan-rekanan Pemprov DKI bersama-sama dengan oknum-oknum di eksekutif, maupun legislatif, melalui berbagai proyek abal-abal dan anggaran-anggaran siluman.  Sudah bertahun-tahun kebiasaan tersebut sudah menjadi kelaziman kenikmatan bagi mereka. Namun kenikmatan-kenikmatan seperti itu, kini, satu per satu tinggal kenangan, sejak Ahok menjadi gubernur. Makin lama makin banyak rezeki-rezeki haram seperti itu habis ditutup Ahok, maka itu tak heran mereka pun semakin membenci Ahok. Jika Ahok dibiarkan terus menjadi gubernur DKI Jakarta, maka habis pula semua rezeki haram mereka itu, beralih menjadi pemasukan bagi Pemprov DKI Jakarta, yang kemudian akan disalurkan untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Jakarta. Jika Ahok dibiarkan terus menjadi Gubernur DKI Jakarta, bisa-bisa perusahaan-perusahaan seperti Putraja itu bangkrut, maka itu tak heran Lulung sangat berkeptingingan untuk menyingkirkan Ahok dari kursi DKI 1 untuk selamanya. Mereka yang "senasib" dengan Lulung di DKI Jakarta itu tidak sedikit, yang selama ini sudah terbiasa meraih keuntungan besar melalui cara-cara yang tidak patut sebagaimana dipraktekkan Putraja Perkasa di TIM tersebut di atas, atau cara-cara lain atas "kebaikan hati" gubernur-gubernur sebelumnya yang terlalu toleran terhadap pelanggaran, atau malah bisa diajak "kerjasama" menggarap proyek-proyek besar tertentu. Oleh karena itulah Ahok semakin dibenci banyak orang,  karena di DKI jakarta orang-orang seperti Lulung itu banyak, maka musuh Ahok pun banyak. Kini, mereka bersatu-padu, dengan segala cara untuk menjatuhkan Ahok, sebelum ia berhasil memperpanjang masa jabatannya lewat pilkada DKI 2017 nanti

Selengkapnya : kompasiana

Monday, 9 May 2016

Ahok Ajak Reza Rahadian dan BCL Tur ke Ruang Kerjanya


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Senin (9/5/2016) mengajak dua bintang film baru My Stupid Boss, Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL), tur ke ruang kerjanya di Balai Kota Jakarta.
"Silakan silakan," ujar Ahok menyambut kedatangan Reza dan BCL dan menyilakan mereka masuk.
"Nah, dia jadi bosnya, harus duduk di kursi gubernur," kata Ahok sembari menyalami Reza.
Reza, yang berperan sebagai Bossman dalam film My Stupid Boss, itu pun duduk di kursi kerja yang biasa diduduki oleh Ahok selaku gubernur.
Reza, yang wajahnya terlihat tegang, pun mengungkapkan apa yang dirasakannya.
"Yang ngelihatin lebih intimidating nih, ha ha ha," ucap Reza bercanda, yang disambut tawa oleh Ahok.
Reza beradegan sedang menulis, sementara BCL berdiri di sampingnya, di belakang meja kerja Ahok.
"Jadi pura-pura melayani ya," ucap Ahok, yang berdiri berjarak di belakang mereka.
Ahok juga mengajak Reza dan BCL melihat-lihat taman hasil rancangan gubernur terdahulu, Sutiyoso atau Bang Yos.
"Ini ada taman belakang dari zaman Bang Yos. Dia pinter banget. Ada ikan dan suara burung, yang desain Bang Yos. Ada kaca, dari kamar mandi kelihatan, lho," jelas Ahok kepada Reza dan BCL.
"Dia ada pikiran, kalau istrinya datang, bisa diumpetin, tembus di ruang rapat," tuturnya dalam gurauan sambil menunjukkan pintu rahasia itu.
Beralih ke ruang meeting, Reza dan BCL diajak berkenalan dengan mereka, kaum muda, yang magang bekerja di Balai Kota Jakarta.
"Nanti nonton bareng ya My Stupid Bossbut not me, lho," ujar Ahok.
"Mereka ini anak magang, ayo silakan," imbuhnya.
"Duduk dong duduk, ini tempat duduk bos," kata Ahok.
Pertemuan dengan mereka yang magang bekerja pun lantas ditutup dengan berfoto bersama.
Pada Rabu minggu lalu (4/5/2016), Falcon Pictures, yang memproduksi film My Stupid Boss, mengeluarkan siaran pers yang berisi pernyataan Ahok bahwa ia ingin menonton film tersebut. 

"Nanti kita nonton bareng ya. Aku mau nonton film My Stupid Boss. Filmnya lucu nih," ujar Ahok.
Film itu akan mulai diputar secara serempak pada 19 Mei 2016 di gedung-gedung bioskop Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.(SUMBER)
BACA JUGA

Sunday, 8 May 2016

Cerita Pasangan Ayu dan Indra yang Undang Ahok Datang ke Pernikahan


Fajar Yugaswara 
Cerita Pasangan Ayu dan Indra yang Undang Ahok Datang ke PernikahanAyu Ambarwati (23) dan Indra Rosadi yang pernikahannya didatangi Ahok (Foto: Fajar Yugaswara/detikcom)
Jakarta - Kaget. Perasaan ini yang dialami Ayu Ambarwati (23) dan Indra Rosadi (26), warga Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Pasangan ini tak pernah menyangka undangan pernikahan yang dikirim ke Balai Kota sampai juga ke tangan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok sapaan Basuki ternyata datang ke pernikahan Ayu dan Indra pada 23 April 2016 lalu. Kedatangan Ahok dianggap sebagai peristiwa luar biasa di awal perjalanan biduk rumah tangga Ayu dan Indra.

Cerita Ayu dan Indra yang berhasil 'mendatangkan' Ahok dimulai saat Ayu mendengar cerita atasannya soal kebiasaan Ahok yang menyempatkan diri datang ke pernikahan warga.

"Yang mau nikah nih undang-undang Ahok. (Ahok) Orangnya mau (datang) kondangan loh. Terus aku bilang 'ih apaan sih becanda aja', gitu doang awalnya," kata Ayu bercerita kepada detikcom, Minggu (8/5/2016).

Rasa penasaran menjajal mengundang Ahok makin menjadi saat kawan Indra, suami Ayu pernah juga melakukan hal yang sama. Testimoni dari dua orang berbeda ini membuat keduanya memutuskan mengundang Ahok.

"Akhirnya kita berdua sepakat ngundang Ahok ya udahlah untung-untungan saja siapa tahu datang kan," imbuhnya.

Tak ada yang khusus dari surat undangan yang dikirim ke Balai Kota untuk Ahok. Nama Ahok ditulis tangan dengan surat yang dikirim melalui jasa pengiriman.

"Kita juga ngirim undangannya kaya ngirim undangan ke warga biasa asja. Saya tulis pakai tangan, (ditujukan) kepada Pak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Terus saya kirim surat undangannya via JNE ke kantornya Ahok (Balai Kota). Ya kita sih nggak berharap apa-apa, yamg penting ngundang saja," imbuhnya.

Ayu Ambarwati (23) dan Indra Rosadi yang pernikahannya didatangi Ahok. Foto: Fajar Yugaswara/detikcom


Tanpa disangka, undangan Ayu dan Indra ditanggapi Ahok. Mulanya Ahok hanya mengirim karangan bunga ke rumahnya di Jl Toram, Tegal Alur. Karangan bunga ini dalam pikiran Ayu sebagai tanda Ahok mewakilkan kedatangannya.

Namun betapa terkejutnya pasangan ini. Ahok yang disangka tidak datang, malah muncul pada sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (23/4). Ada warga yang berteriak memberitahukan Ahok datang.

"Kita sempet cuek, kirain becanda kan gitu. Ternyata beneran kan ya kita kaget banget," sambung Indra.

Ahok memang kerap mendatangi undangan pernikahan warga. Meski kerap luput dari media. "Keliling-keliling aja kayak gini-gini ibadah, datengin kondangan-kondangan warga," kata Ahok Minggu (8/5).

(Baca juga: buntut tuduhan nyolong KTP)

Ahok tak menyebut secara spesifik ke mana saja dia beraktivitas. Agenda kunjungan ke acara pernikahan warga pun tak pernah diinformasikan ke media. Namun ada beberapa acara kondangan yang pernah dipajang di akun Instagramnya.

(fdn/fdn)

Saturday, 30 April 2016

Buntut Tuduhan �Nyolong� KTP, �Teman Ahok� Lapor Polisi


TOP news � �Teman Ahok� mengklarifikasi soal tudingan mencuri kartu tanda penduduk (KTP) salah seorang warga untuk syarat dukungan Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.Menurut Teman Ahok, fitnah soal dianggap mencuri KTP itu keji.�Kami nyatakan #TemanAhokNyolongKTP itu fitnah keji,� kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).Tudingan pencurian KTP sendiri dari akun Twitter milik @antohendardji. Anto me-mention akun @TemanAhok dengan meyebut relawan itu mencuri KTP dirinya untuk dukungan pada Ahok.
Anto mengaku menerima pesan singkat konfirmasi pengumpulan KTP. Padahal dirinya tidak pernah merasa mengumpulkan KTP untuk Ahok.
�Cuitan @antohendardji ini dengan cepat di-retweet oleh beberapa pihak yang memang seringkali berseberangan pandangan dengan Teman Ahok dan segera dimanfaatkan sebagai bahan fitnah melalui hestek #TemanAhokNyolongKTP,� tulis Amalia.
Teman Ahok tak memungkiri pesan singkat itu dikirim oleh relawan. Pengiriman pesan konfirmasi itu berdasar dari data formulir yang masuk dan diterima Teman Ahok.
Ia mengaku heran jika ada orang yang menyebut ada pencurian KTP. Pasalnya, hingga saat ini, 125 ribu pesan singkat yang dikirim untuk konfirmasi hanya terjadi karena kesalahan pemasukan data.
�Kalau dituduh curi baru kali ini,� kata Amalia.
Sistem Teman Ahok saat ini diakui lebih canggih. Modal canggih itu kemudian digunakan untuk mencari data-data dari Anto. Terbukti, kurang dari 15 menit Teman Ahok berhasil menemukan data dari Anto.
Anto sendiri dalam data Teman Ahok tidak mendaftar sendiri. Berdasar penelusuran, ada satu nama lagi yakni Suwari Hentiono. Suwari sendiri disebut sebagai ibu dari Anto. Suwari juga lah yang mengisi dan mengembalikan.
�Kuat dugaan kami, Ny. Suwarti yang mengumpulkan KTP Anto. Karena tanda-tangan di KTP dan form dukungan Ny. Suwarti sama persis seperti yang ada di form atas nama Anto,� kata Amalia.
Namun, jika kemudian ia bersikeras juga tidak mengakui pengumpulan KTP, Ny. Suwarti disarankan untuk melayangkan gugatan.
�Ini kita bawa ke polisi untuk dibuktikan secara forensik. Ada ahli forensik tulisan tangan yang bisa buktikan, dan bisa jadi ada CCTV di PIM 1 yang cek di tanggal tersebut (27 Maret 2016),� kata Amalia.


Sejumlah PNS Ancam Ikuti Jejak Rustam, Begini Jawaban Mengejutkan Ahok!!


TOP newsGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang para pejabat eselon II untuk menyampaikan surat pengunduran diri pada Senin (2/5). 

Ini dilakukan apabila pejabat eselon tersebut tidak mampu bekerja dan tidak suka kepada dirinya. 


Terbaru, pejabat yang mengundurkan diri adalah Rustam Effendi. Ia melepas jabatan sebagai Wali Kota Jakarta Utara. Rustam ditempatkan sebagai staf di Badan Diklat DKI. 

"Kepada wali kota, wakil wali kota, sekretaris kota, kepala dinas, wakil kepala dinas, bupati, wakil bupati, semuanya, kalau Anda tidak suka dengan saya dan mau mengundurkan diri seperti Pak Rustam, tolong hari Senin masukkan surat pengunduran diri ke saya," kata Ahok saat live di Kompas TV,  Jumat (29/4).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, menunggu hingga Senin untuk melihat ada berapa surat yang diterima olehnya terkait hal itu. "Saya mau lihat ada berapa surat yang mau mengajukan (pengunduran diri), Ga masalah!" ungkap Ahok.

Selain tegas kepada PNS yang desas desusnya akan ikuti jejak Rustam, Ahok juga tegas kepada 1.250 PNS Siluman yang ada di Pemrov DKI.  Menurut Ahok, para PNS siluman tersebut telah diminta mengembalikan gaji yang selama ini mereka terima. 

"Jadi suruh balikin. Atasannya kami kasih sanksi (kalau tidak mengembalikan,red). Saya enggak tahu (berapa jumlahnya,red). Tapi ada beberapa yang kami suruh balikin. Kalau dia sudah pensiun enggak digaji lagi," ujarnya. 

Ahok mengakui PNS yang tersangkut hukum namun putusan pengadilannya belum inkrah, akan diberhentikan sebagai PNS. Namun dengan terhormat. Dengan demikian orang tersebut tetap memiliki hak mendapatkan pensiun. 
"Ini undang-undang, saya tidak bisa ngelak. Tapi kalau mau sabar sedikit tunggu inkrah, tapi dia gaji jalan terus, hitung-hitung rugi juga, mending diberhentikan," ujar Ahok.(Jpnn.com)