Latest News

Showing posts with label nusantara. Show all posts
Showing posts with label nusantara. Show all posts

Wednesday, 6 April 2016

Polisi DIY Sita 2 Mobil Mewah Milik Ketua FPI DIY-Jateng


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Dit Reskrimsus Polda DIY menyita dua mobil mewah milik ketua Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng, Bambang Tedy. Penyitaan ini terkait kasus penipuan dengan modus jual beli tanah senilai miliaran rupiah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda DIY Kombes Pol Kokot Indarto, Senin (15/9/2014) menjelaskan, dua mobil mewah yang disita tersebut yakni mobil Mazda sport dan Mitsubishi Pajero. Saat ini, Mazda sport sudah berada di Markas Polda DIY.

"Penyitaan ini terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk menyembunyikan hasil kejahatan," tegas Kokot.

Kokot menjelaskan, sampai saat ini penyidik Dit Reskrimsus Polda DIY masih terus mencari satu lagi mobil Hammer. Mobil mewah itu diduga juga dibeli oleh tersangka Bambang Tedy dari hasil penipuan. Ia berharap, saksi yang mengetahui keberadaan mobil Hammer agar bersikap kooperatif dan tidak menyembunyikanya. Bagi yang mengetahui keberadaan mobil tersebut, Kokot mengimbau lebih baik segera diserahkan ke penyidik.

"Saya harap kooperatif. Ya, kalau ada yang sengaja menyembunyikan, tidak menutup kemungkinan orang itu bisa terlibat," tandasnya.

Menurut Kokot, siapapun yang menyembunyikan mobil dari uang hasil TPPU dapat dikenakan pidana dengan Pasal 55 KUHP.

Seperti diketahui, Ketua Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng, Bambang Tedy ditangkap oleh jajaran Polda DIY pada Rabu (6/9/2014) lalu. Penangkapan ini terkait kasus penipuan dengan modus jual beli tanah senilai miliaran rupiah.

Bambang Tedy disangka telah melakukan tindak pidana penipuan subsider penggelapan, dan atau pemalsuan dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pasal yang disangkakan kepada Bambang Tedy yakni Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 263 KUHP dan atau pasal 3,4,5 UU Nomor 8 tahun 2010.
Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor: Farid Assifa

SUMBER: regional.kompas.com

Monday, 4 April 2016

Bupati Bojonegoro: Masjid Tidak Akan Dibangun Sebelum Gereja Didirikan


Bupati Bojonegoro: Masjid Tidak Akan Dibangun Sebelum Gereja Didirikan

JAKARTA - Bupati Bojonegoro Suyoto memilih menyelesaikan pembangunan sejumlah gereja di Bojonegoro sebelum membangun masjid wasiat peninggalan ibunya. Apa gerangan alasannya?

"Jadi memang sebelum ibu saya meninggal tahun 2012 tanggal 1 Januari sebenarnya memang ibu saya sudah berkali-kali pesan supaya saya membangun masjid ini. Saya bilang saya kan punya janji sosial dalam diri saya bahwa karena masjid ini masih bisa dipakai sementara ada gereja Bethany di Bojonegoro yang ketika saya masuk itu sudah hampir lima tahun tidak boleh berdiri," kata Kang Yoto saat berbincang dengan wartawan di depan Masjid yang terletak di sebelah rumah peninggalan orang tuanya, Jumat (1/4/2016).

Masjid yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro tersebut memang terlihat sudah tua. Bangunannya sederhana, temboknya terlihat kusam namun bagian dalamnya tetap terawat dengan baik. Namun di bagian belakang atapnya sudah rontok, menyisakan penyangga atap dari beton yang mulai miring. Bagian belakang  Masjid yang diberi nama Irsyadussubban ini tak lagi dipergunakan. 

Bupati Bojonegoro: Masjid Tidak Akan Dibangun Sebelum Gereja Didirikan

Namun demikian 'menara' bambu penyangga speaker untuk mengumandangkan Adzan masih berdiri meski agak miring. Warga sekitar pun begitu mencintai masjid ini dan terus merawatnya, terlihat jelas bagian dalam masjid bersih dan lampu-lampu bersinar menerangi hingga latar masjid yang dipenuhi rumput dan bebatuan kecil ini. Lalu kenapa Kang Yoto tidak memenuhi permintaan ibunya untuk membangun Masjid itu?

"Saya berjanji kepada diri saya bahwa masjid samping rumah wasiat ibu saya itu tidak akan dibangun sebelum gereja Bethany didirikan, bahkan Pantekosta yang habis hampir Rp 8 miliar sudah saya resmikan. Itu janji sosial saya sampaikan pada saat saya resmikan gereja Bethany di Jalan Sawunggaleng," kata Kang Yoto.

Bupati Bojonegoro: Masjid Tidak Akan Dibangun Sebelum Gereja Didirikan

Pada peresemian gereja itu, Kang Yoto membuka 'kartu' bahwa dirinya sangat bahagia karena janji sosialnya sudah terpenuhi.

"Saya bilang bahwa hari ini saya bahagia bukan hanya karena bapak ibu mendapatkan gereja dan tempat ibadah tapi bagi saya kebutuhan keyakinan seperti kebutuhan sehari-hari makan-minum itu hak asasi dasar yang setiap orang harus dipenuhi. Saya bahagia bahwa hari ini saya merasa janji sosial saya terpenuhi," kata Kang Yoto yang suka memakai batik ini.

Kang Yoto semakin lega setelah sebuah gereja lagi dibangun. Gereja itu adalah gereja Pantekosta yang terletak di  Jl Hayamwuruk dan WR Supratman yang juga telah selesai dibangun.

"Saya lebih mantap lagi ketika saya harus meresmikan gereja Pantekosta yang habis hampir Rp 8 miliar dan semua orang bahagia. Kepada warga kampung saya sampaikan bahwa tempat ibadah bukan untuk berbangga-bangga. Jadi kalau masih bisa dipakai silakan dipakai karena masih bisa dipergunakan. Walaupun kalau nanti dibangun saya sudah mengizinkan karena janji saya sudah terpenuhi," pungkasnya sembari tersenyum.

Bupati Bojonegoro: Masjid Tidak Akan Dibangun Sebelum Gereja Didirikan

Sunday, 3 April 2016

WARNING..!!! penggemar bakso wajib tau



Buat penggemar Bakso
BAWALAH tusuk gigi dan kunyit ke mana-mana
Dua siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila telah menemukan cara mendeteksi BORAX dengan cara yg sgt mudah dan praktis, yaitu dengan TUSUK GIGI.
Tusukkan tusuk gigi ke KUNYIT terlebih dahulu, kemudian tusukkan pd makanan yang akan diuji selama 5 detik, maka akan kelihatan apakah makanan tsb mengandung BORAX atau tdk. karena KUNYIT akan bereaksi terhadap bahan kimia.
Bila ada kandungan boraxnya, maka tusuk gigi tsb akan berwarna MERAH. Mereka menamakan temuannya dengan SIBODEX (stick of borak detector).
Temuan mereka ini berhasil menyabet medali emas pd International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi inovasi anak
Selamat menikmati BAkSO bebas dari BORAX ??
Share biar yg lain pada tau..

komnas HAM dan PP MUHAMMADIYAH OUTOPSI MAYAT SIYONO



Komnas HAM dan PP Muhammadiyah/PP Pemuda Muhammadiyah/ Kokam  pagi ini melalukan autopsi atas jenazah Siyono, yang tewas ditangan Densus 88 di Klaten. Foto adalah suasana pembongkaran makam dan autopsi akan dilakukan oleh enam dokter forensik Muhammadiyah dari berbagai rumah sakit Muhammadiyah di Jawa.
Selamat bertugas 'pejuang kemanusian Muhammadiyah' (foto Asrul/tvMu)